king bibinge
Pengertian:
Baju Adat Bibinge adalah pakaian tradisional yang dikenakan oleh masyarakat Bima, terutama oleh perempuan dalam acara-acara tertentu. Baju ini terdiri dari beberapa elemen pakaian seperti kebaya atau baju kurung, sarung, selendang, dan aksesoris lainnya. Pakaian adat Bibinge pada umumnya sangat mencolok karena menggunakan bahan kain yang kaya akan motif dan warna, serta dihiasi dengan perhiasan khas.
Filosofi
Filosofi Pakaian Adat King Bibinge mencerminkan nilai-nilai budaya, sosial, dan spiritual masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat. Sebagai pakaian adat yang digunakan dalam acara-acara penting, seperti pernikahan dan upacara adat, pakaian adat King Bibinge memiliki filosofi yang mendalam terkait kehormatan, identitas, dan hubungan dengan alam serta leluhur. Berikut adalah beberapa aspek filosofi dari pakaian adat ini: simbol kehormatan dan status sosial, penghormatan terhadap leluhur,keselarasan dengan alam,kesatuan dalam komunitas,kekuatan spiritual.
Ciri khas
Keunikan King Bibinge semakin terwujud melalui aksesorisnya. Gelang terbuat dari akar pohon yang dipintal dengan desain yang unik, sedangkan kalung terdiri dari tulang hewan dan akar pohon. Fungsi kalung tidak hanya sebagai hiasan, namun juga sebagai jimat dan tolak bala, menggambarkan hubungan erat antara pakaian adat dengan kepercayaan dan nilai-nilai spiritual suku Dayak.
Ikat kepala segitiga khas suku Dayak yang dipakai pada bagian kepala menambah pesona King Bibinge, menyempurnakan keseluruhan penampilan yang cantik dan estetik, sekaligus meneruskan kearifan lokal suku Dayak.
king bibinge
Reviewed by eka afifatul hurriyah
on
Mei 31, 2025
Rating:
Tidak ada komentar